Instruksi Pertama Ketum LDII Terpilih: Seluruh Warga LDII Bantu Pemerintah

Jakarta (8/4). Sejumlah DPW LDII dari 33 provinsi di luar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tak menghadiri Munas IX LDII secara daring maupun luring, menerima pertanggungjawaban KH Ir. Chriswanto Santoso. Chriswanto selanjutnya dipilih menjadi calon tunggal sebagai Ketua Umum DPP LDII untuk masa jabatan 2021-2026.

“Dalam dinamika organisasi terdapat rotasi, reposisi, dan merelaksasi kepengurusan. Kami harus kerja keras dan cepat untuk melaksanakan tugas, sebagai kontribusi LDII kepada bangsa. Kerja keras dan cerdas ini penting, karena di dalam LDII terdapat pesantren, sekolah, rumah sakit, dan berbagai amal saleh,” ujar Chriswanto.

Chriswanto Santoso merupakan sosok yang dekat dengan hati warga LDII. Sejak kuliah ia telah aktif di LDII, dan pada 1991 menjabat Ketua DPW LDII Jawa Timur dari 1991-2015. Sejak kuliah di Teknik Perkapalan ITS hingga menyelesaikan pascasarja Teknik Perkapalan di Universitas Newcastle, ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Selain pernah menjadi dosen di Politeknik Surabaya, ia juga pernah menjabat pengurus harian Partai Golkar Jawa Timur.

Saat pidato pelantikannya, Chriswanto Santoso meminta seluruh pengurus dari pusat hingga daerah dan warga LDII untuk membantu pemerintah, “Permasalahan kebangsaan tak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah, terutama dalam kondisi pandemi ini. Maka untuk itu, jangan merasa inferior karena bakal menjadi halangan untuk bekerja keras berkontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Chriswanto.

Meskipun pernah dimarjinalkan, menurut Chriswanto Santoso, kontribusi LDII dalam 10 tahun terakhir tak bisa diabaikan, “Delapan klaster pengabdian LDII itu lahir tak serta merta, telah dilaksanakan dan memiliki proyek percontohan, terutama mengenai kebangsaan dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air dalam bingkai empat pilar kebangsaan,” ujar Chriswanto Santoso.

Selengkapnya, delapan bidang pengabdian LDII adalah wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, energi terbarukan, dan teknologi digital, “Harapan kami, generasi LDII yang masa mendatang yang karakternya telah dibentuk menjadi generasi profesional religius akan berkontribusi dalam bonus demografi yang dinikmati Indonesia pada 2030 mendatang,” ujarnya.

Generasi profesional religius adalah generasi yang alim-faqih, ber-akhlakul karimah, dan mandiri, “Warga LDII adalah warga yang baik, mereka semua ingin membangun bangsa dan negara dan menyelesaikan berbagai masalah kebangsaan. Jangan sampai citra baik itu dirusak oleh hater, dan warga LDII merasa inferior sehingga melemahkan kontribusinya membangun bangsa dan negara,” imbau Chriswanto.

Warga LDII memiliki modal sosial, berupa rukun, kompak, dan mampu bekerja sama dengan baik dengan siapapun, “Inilah yang dijadikan pondasi dalam menghadapi masalah kebangsaan,” ujarnya. Selanjutnya, Chriswanto juga mengimbau, LDII dalam berkiprah di dalam masyarakat harus mengedepankan kepentingan rakyat dengan mengedepankan hikmat kebijaksanaan melalui proses musyawarah, kekeluargaan dan gotong royong.

“Kebhinnekaan kita harus menjadi dasar pemikiran, gerak dan berkontribusi untuk bangsa dan negara. Sangatlah tidak bijak apabila pengamalan dalam beragama di Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus merusak sendi sendi kebhinakaan yang dijadikan landasan founding fathers mendirikan negara Indonesia,” ujar Chriswanto.

Chriswanto juga meminta LDII menjadi organisasi penengah yang netral dan tidak berpihak kepada kepentingan politik apapun, serta hanya berpihak pada kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Untuk itu Ketua Umum DPP LDII tidak boleh merangkap jabatan dengan jabatan-jabatan politis, baik di legislatif maupun eksekutif di semua jajaran.

sumber: Pers Rilis DPP LDII

Wakabaintelkam Polri: LDII Dapat Membantu Persatukan Keberagaman di Indonesia

LDIIjayapura.com, (04/07). Irjen. Pol. Drs. Suntana, M.Si. Wakabaintelkam Polri memberikan pembekalan pada Munas IX LDII 2021 di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur. Irjen Suntana berkali-kali titip kepada LDII untuk membantu Polri menjaga Kamtibmas saat menyampaikan materi dengan judul Kemitraan Ormas dan Polri dalam menjaga serta memelihara Kamtibmas.

Organisasi Masyarakat (Ormas) perlu hadir dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa dengan menghadirkan kesadaran masyarkat terhadap keberagaman, “Indonesia memiliki ragam suku, bahasa, adat, budaya, dan agama. LDII sebagai Ormas yang mengedepankan Pancasila dan akhlakul karimah diharapkan dapat membantu mempersatukan keberagaman yang ada di Indonesia,” jelas Suntana.

Hal tersebut karena Ormas dapat menjangkau masyarakat secara langsung hingga tingkat grass root sehingga punya peran penting mencegah kejahatan. “Ormas diharapkan tidak mudah terhasut dengan ajakan untuk bergabung dengan kelompok-kelompok radikalisme dan berusaha untuk menasehati keluarga atau rekan yang sudah terindikasi dengan ajakan faham radikalisme,” ucap Suntana.

Irjen Suntana juga berharap LDII menjadi panutan masyarakat dan menjadi ulama di wilayah masing-masing bahkan dari jaman dulu ulama menjadi peran utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan ormas juga perlu mengajak dan juga mengarahkan kelompok intoleransi untuk menciptakan sikap toleransi terhadap keberagaman yang ada di Indonesia. (dew)

Buka Munas IX LDII, Presiden Ajak Ormas Islam Moderasi dalam Beragama

Presiden RI Joko Widodo saat memberikan sambutan pada pembukaan Munas IX LDII, Rabu (7/4/2021)

Jakarta (7/4). Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX LDII, yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur pada Rabu (7/4). Presiden Jokowi di depan para peserta yang mengikuti pidato pembukaan secara daring tersebut, mengingatkan Ormas Islam untuk mengembangkan dan melaksanakan moderasi beragama.

“Kita patut bersyukur menerima warisan berupa Bhinneka Tunggal Ika dari para pendiri bangsa, meskipun berbeda-beda suku, bangsa, dan berbeda dalam pandangan agama, tapi tetap saling menghormati, bersatu, rukun, dan bersama-sama bergotong royong,” ujar Jokowi.

Selanjutnya, dengan modal sosial itu Presiden Jokowi mengatakan sikap toleran, menghargai segala perbedaan, dan keyakinan adalah keharusan. Sikap ini, menurutnya bisa tumbuh, bila dikembangkan sikap saling menghormati dan belajar dari orang lain, “Sehingga mencapai sikap saling menghormati dalam perbedaan,” ujar Jokowi.

Sikap tertutup dan eksklusif, menurut Jokowi, tak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika, “Sikap tertutup menciptakan intoleransi yang merudak sendi-sendi keagamaan, dan menimbulkan penolakan serta pertentangan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran dan pimpinan keluarga besar LDII, untuk menyuarakan dan meningkatkan kehidupan sosial keagamaan kita,” imbuhnya.

Jokowi mengatakan pemerintah berkomitmen dan terus berupaya, serta mendorong moderasi beragama. Ia juga menyerukan sikap yang tidak toleran yang disertai dengan kekarasan fisik, harus dihilangkan dari Bumi Pertiwi, “Sikap beragama yang memecah belah persatuan tak ditoleransi,” ujarnya.

Senada dengan Jokowi, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan, dalam delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, kebangsaan ditempatkan pada posisi pertama, “Dengan semangat kebangsaan itu, LDII melaksanakan moderasi beragama, berdakwah dengan sejuk. Serta berkomitmen menegakkan Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Chriswanto.

Moderasi beragama bagi LDII sangat penting, “Moderasi beragama adalah pangkal dari modal sosial membangun bangsa. Agar kebhinnekaan yang ada dalam rakyat Indonesia menjadi pperekat untuk menjalankan program pembangunan,” ujar Chriswanto saat ditemui usai seremoni pembukaan Munas IX LDII.

Sikapi Pandemi dengan Inovasi
Dalam pidato pembukaan, Chriswanto menegaskan empati dan dukungannya terhadap pemerintah. “LDII turut merasakan beratnya permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah saat ini. Kehadiran pandemi covid-19 sejak awal tahun lalu dan masih berlanjut hingga sekarang, benar-benar telah memukul mundur capaian target-target pembangunan pada berbagai sektor khususnya kesehatan dan perekonomian,” ujarnya.

Menurut Chriswanto, jumlah penduduk yang meninggal karena covid-19 juga cukup membuat kita sedih, yaitu di kisaran 40 ribuan, “LDII sangat merasakan dan sangat berempati terhadap masalah ini,” lanjut Chriswanto.

Peninjau Munas IX LDII 2021 dari DPW LDII Provinsi Papua

LDII, lanjut Chriswanto, mengajak seluruh elemen bangsa bekerja keras, cerdas, kreatif, dan out of the box agar target-target pembangunan yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 – 2024, kembali pada jalur semula.
Sejalan dengan konteks tersebut, Chriswanto mengatakan Munas IX LDII mengambil tema “Pengutan SDM Profesional Religius untuk Ketahanan dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju”. Dengan merevitalisasi dan menajamkan delapan program kerja yang ditetapkan dalam Rakernas LDII 2018.

Program kerja pertama berupa Kebangsaan, yang bertujuan membangun nasionalisme agar persatuan dan kesatuan bangsa dapat lebih terjaga, “Termasuk mencintai produk bangsa sendiri. Sebagai Lembaga Dakwah Islam, LDII selama ini telah menempatkan program kebangsaan sebagai program utama, karena bagaimanapun juga persatuan dan kesatuan adalah modal utama bangsa,” ujarnya.

Kedua Keagamaan, yaitu program yang bertujuan meningkatkan nilai religiusitas bagi ummat Islam, termasuk didalam membangun toleransi beragama. Ketiga, Pendidikan, yaitu program yang mendorong agar pendidikan karakter, khususnya karakter professional religius, dapat dijadikan sebagai lifelong education, atau pendidikan sepanjang hayat.

Keempat Ekonomi, yaitu program yang mendorong ekonomi syariah, termasuk percepatan pemulihan dan membangkitkan kembali ekonomi di era pandemik ini. Kelima pangan dan lingkungan hidup, yaitu program yang bertujuan untuk membangun kemandirian pangan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

Keenam kesehatan, yaitu suatu program yang bertujuan mendorong penggunaan obat tradisional atau herbal secara meluas terlebih pada kondisi kedarutan kesehatan. Ketujuh Teknologi Digital, yaitu suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai bidang pembangunan.

Dan kedelepan Energi Baru Terbarukan, yaitu suatu program untuk mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fossil, termasuk untuk mengurangi emisi karbon guna mengurangi efek rumah kaca.

“Ke delapan delapan program tersebut di atas bukannya baru perencanaan, akan tetapi LDII telah berbuat dengan membuat beberapa pilot project di beberapa daerah sesuai kondisi keunggulan daerah tersebut,” tutup Chriswanto.

Munas IX LDII dihadiri 3.750 secara daring dan luring, kabupaten kota di seluruh Indonesia. Mereka mengikuti dari 457 studio mini, sementara para ulama, DPW LDII dari 33 provinsi, dan undangan lainnya yang hadir di lokasi mencapai 200 orang. Mereka diwajibkan swab antigen dan menjaga protokol kesehatan.

“Perwakilan DPW LDII Nusa Tenggara Timur tidak bisa hadir karena bencana badai, yang mengakibatkan penerbangan sulit di wilayah tersebut,” ujar Ketua Panitia Munas IX LDII Rully Kuswahyudi.

Sementara itu Wakil ketua DPW LDII Provinsi Papua, H. Sumardi menyampaikan kami dari DPW LDII Provinsi Papua dan 14 (empat belas) pengurus DPD LDII Kota/Kabupaten se-Papua mengikuti acara Munas IX LDII 2021 secara daring dari studio masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara itu Ketua DPW LDII Provinsi Papua, H. Sugiyono mengikuti Munas IX LDII 2021 secara luring langsung dari Ponpes Minhajurrosyidin, Jakarta sedangkan yang mengikuti daring sebanyak 226 peserta dari pengurus DPW LDII Papua dan DPD LDII Kota/Kabupaten seluruh Papua.

“Semoga Munas LDII yang ke-9 ini dapat berjalan dengan lancar sehingga menghasilkan keputusan dan rekomendasi yang dapat meningkatkan kontribusi LDII untuk bangsa dan negara menuju Indonesia Maju”, tutup H. Sumardi. (dew)

Jalin Silaturrahim, Pangdam XVII/Cenderawasih Sambut Pengurus LDII Papua di Makodam

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A dengan Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Papua, Ust. Saifullah

JAYAPURA – Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A menerima audiensi dan silaturahim pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua di Makodam XVII/Cenderawasih, Jl. Polimak IV Atas, Kota Jayapura, Papua, Senin (05/04/2021).

Pengurus LDII yang hadir bersilaturahim diantaranya, Wakil ketua LDII Papua, Ust. Saifullah, Wakil ketua LDII Papua, Drs. H. Syamsudin Karim,  SH, MM, Sekretaris LDII Papua, Ahmad Saefudin, A.Md, dan Bendahara LDII Papua H. Jaenuri, SH.

Dalam silaturahim tersebut, Wakil ketua LDII Papua, Ust. Saifullah mengenalkan kepengurusan yang baru yang merupakan hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) VI LDII Papua, yang diselenggrakan pada tanggal 19 Oktober 2020 yang saat itu dibuka oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Papua, Elsye Penina Rumbekwan di Grand Abe Hotel, Abepura.

Ust. Saifullah juga menyampaikan laporan kegiatan LDII Papua sekaligus program kontribusi LDII untuk bangsa melalui 8 (delapan) klaster  yaitu wawasan kebangsaan, keagamaan dan dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan, energi baru terbarukan, dan teknologi digital.  

“Pada tanggal 7-8 April 2021 DPP LDII akan menghelat Musyawarah Nasional (Munas) IX LDII 2021 di Ponpes Minhajjurrosyiddin Jakarta dengan tema Penguatan SDM Profesional Religius untuk Ketahanan & Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju dilaksanakan secara luring dan daring yang diikuti oleh pengurus DPW LDII Provinsi, DPD LDII Kota/Kab seluruh Indonesia, dan insya allah akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo,” tambah Ust. Saifullah.

Pengurus harian DPW LDII Provinsi Papua bersama Pangdam XVII/Cenderawasih beserta jajaran.

Sementara itu Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A memberikan apresiasi kepada LDII atas program kerja dan kontribusinya kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Apalagi banyak pengurus LDII Papua yang menjadi pengurus FKUB dan MUI  

Dalam sambutanya, Mayjen TNI Ignatius bersedia menjadi narasumber pada kegiatan LDII Papua sekaligus mengajak kerja sama antara Kodam dengan LDII dibidang wawasan kebangsaan, teknologi informasi dan ketahanan pangan, karena bidang-bidang tersebut saat ini juga digaungkan oleh TNI sampai ditingkat Babinsa telah dibekali ilmu pertanian.

“Bidang terkait lainnya ada program komunikasi sosial (komsos) TNI yang membidangi kesosialan dan bimbingan mental (bintal) dibawah Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat yang membidangi keagamaan,” kata Mayjen TNI Ignatius.  

“Kerukunan umat beragama di Papua supaya dapat dijadikan contoh bagi provinsi-provinsi lain, hal ini juga tidak terlepas dari peran para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, TNI/Polri maupun stakeholder lainya yang selama ini menjaga  kerukunan beragama, apalagi banyak pengurus LDII Papua yang menjadi pengurus FKUB dan MUI bagian dari pioneer dari upaya merawat kerukunan beragama dalam kebhinekaan di Tanah Papua,” tambah Mayjen TNI Ignatius.  

Diakhir pertemuan saling bertukar plakat LDII dan Kodam, selanjutnya Pangdam XVII/Cenderawasih memberikan ucapan video selamat dan sukses Munas IX LDII 2021 dengan harapan semoga LDII dapat berkontribusi untuk persatuan dan kesatuan bangsa. dengan tema “Penguatan SDM Profesional Religius untuk Ketahanan & Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju”. (dew)

Ketum LDII: Munas IX Jadi Kontribusi LDII Atasi Dampak Pandemi

Ketua Umum DPP LDII, Ir. KH. Chriswanto Santoso, M.Sc

Jakarta (6/4). Pandemi Covid-19 menciptakan krisis kesehatan global yang berimbas ke dalam negeri. Penanggulangannya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh elemen bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso saat ditemui menjelang Munas IX LDII, yang akan dilaksanakan pada 7-8 April 2021 di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur.

“Kepengurusan DPP LDII periode 2016-2021 habis pada bulan ini, untuk itu Munas IX dihelat. Selain itu, kami melihat krisis kesehatan dan ekonomi ini harus diatasi agar tak menjadi krisis sosial. LDII sebagai komponen bangsa harus berkontribusi membantu pemerintah mengatasi dampak Covid-19,” ujar Chriswanto Santoso di kantor DPP LDII pada Selasa (6/4).

Menurut Chriswanto Munas IX LDII, sebagai hajatan tertinggi organisasi dan penentu derap langkah untuk lima tahun ke depan, bertujuan pula merevitalisasi dan menajamkan program kerja periode lalu, “Penajaman delapan klaster kontribusi LDII untuk bangsa, bertujuan untuk meningkatkan kotribusi kami untuk membantu mengatasi dampak Covid-19,” ujar Chriswanto.

Program berupa delapan klaster itu, menurut Chriswanto sudah dilaksanakan dan dipertajam karena sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Chriswanto menyebut delapan klaster pengabdian LDII adalah bidang wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, energi terbarukan, dan teknologi digital.

“Harapan kami, penajaman dan revitalisasi delapan program yang kami laksanakan, dapat membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan krisis ekonomi akibat pandemi,” ujar Chriswanto Santoso.

Chriswanto mengatakan, sebelum Munas pihaknya menggelar berbagai webinar dan diskusi dengan para tokoh. Hasil diskusi tersebut menjadi bahan untuk menajamkan dan meningkatkan delapan program kerja tersebut, “Bahkan dalam Munas, kami juga mengundang para narasumber terkait delapan klaster tersebut. Sehingga hasil Munas ini segera bisa dilaksanakan sesuai kondisi kekinian,” paparnya.

Terselenggaranya Munas IX LDII berkat bantuan berbagai pihak, dari pemerintah, aparat keamanan, hingga tokoh agama serta masyarakat, “Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma’ruf Amin yang memberi dukungan besar. Dan juga para kepala daerah dari gubernur hingga bupati dan wali kota, MUI, dan ormas Islam lainnya, yang telah memberi dukungan moral kepada warga LDII di seluruh Indonesia untuk melaksanakan Munas,” papar Chriswanto.

Sementara itu, Ketua Panitia Rully Kuswahyudi mengatakan acara Munas IX LDII diikuti 3.600 peserta di seluruh Indonesia, “Kondisi pandemi ini, membuat kami menggelar Munas dengan memadukan daring dan luring,” ujar Rully. Ia mengatakan, peserta yang hadir secara langsung dibatasi hanya 150 orang.

Mereka terdiri dari para ulama, tokoh pemerintah, DPR, pengurus DPP LDII, dan undangan khusus serta panitia. Sementara Presiden Jokowi membuka Munas IX LDII dari istana negara dengan mengundang 20 orang, yang terdiri dari ulama dan pengurus harian DPP LDII.

“Acara di Istana Negara itu, terhubung secara daring dengan para peserta yang hadir di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin dan kantor DPW dan DPD LDII di seluruh Indonesia yang berjumlah 400-an studio,” ujar Rully Kuswahyudi.

Menurut Rully, Munas IX LDII dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh peserta wajib menjalani swab antigen dan melaksanakan protokol kesehatan. Ia berharap para peserta mampu menjaga diri, sehingga setelah Munas tetap terhindar dari paparan Covid-19, “Ini menjadi perhatian panitia agar para peserta dan penyelenggara mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPD LDII Kabupaten Jayapura, Imam Subekti menyatakan Kabupaten Jayapura siap mengikuti Munas LDII bertempat di Studio DPD LDII Kabupaten Jayapura, Jl. Yahim No. 70, Dobonsolo, Sentani, dengan dilengkapi beberapa tambahan fasilitas penunjang yang baru.

“Adapun peninjau munas dari Kabupaten Jayapura akan kami terapkan protokol kesehatan yang ketat seperti wajib memakai masker, menjaga jarak, dan kami siapkan pula tempat cuci tangan, handsanitizer serta termogun”.

“Semoga Munas LDII yang ke-9 ini dapat berjalan dengan lancar sehingga menghasilkan keputusan dan rekomendasi yang dapat meningkatkan kontribusi LDII untuk bangsa dan negara”, tutup Imam Subekti. (dew)

LDII Jayapura Ikut Rakornas KPEU Majelis Ulama Indonesia

Ir. H. M. Suaidy Mas’ud , MBA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) se-Indonesia dengan tema Sinergi Gerakan Ekonomi Umat Menuju Kedaulatan Ekonomi Bangsa via virtual, Sabtu (03/04).

Dalam kesempatan kali ini DPD LDII Kabupaten Jayapura diundang oleh Ketum MUI Kabupaten Jayapura untuk dapat mengikuti Rakornas tersebut yang diwakili oleh wakil ketua H. Muhammad Sabir, S.E dan Sekretaris Desri Eko Winasis, S.E.

Rakornas KPEU MUI ini berlangsung selama dua hari sabtu dan minggu tanggal 3-4 April 2021 yang diikuti anggota MUI, ormas islam, dan lembaga-lembaga keuangan syariah beserta stakeholder secara daring.

Makna dari tema itu, menurut Suaidy Mas’ud yang bertindak sebagai moderator adalah terkait peran MUI bersama ormas-ormas Islam di Indonesia dalam tiga hal.

Pertama, peran MUI sebagai himayatul ummah, yakni untuk melindungi umat dengan fatwa, sertifikasi halal, dan melindungi ekonomi umat.

Peserta Rakornas KPEU MUI via daring

Lalu, kedua adalah khidmatul ummah atau melayani umat. “Tentunya dalam hal ini KPEU MUI, peran ini bagaimana pemberdayaan ekonomi umat memberikan satu jalan bagi pemberdayaan ekonomi umat, menguatkan ekonomi umat, sehingga bisa mandiri” ujar Suaidy.

Ketiga atau terakhir adalah shodiqul hukumah, yaitu prihal perlunya bekerjasma dengan pemerintah, kementerian/kelembagaan, dan yang lainnya saling berkoordinasi dan berhubungan dengan baik.

“Dengan Rakornas ini, kita akan melakukan musyawarah, melakukan langkah-langkah strategis membangun ekonomi umat, yaitu membangun sinergi gerakan ekonomi umat yang tersebar di sana-sini, yang semuanya tentu adalah umat Islam. Oleh karena itu, kita ingin menuju bersama-sama kedaulatan ekonomi bangsa yang didukung oleh ekonomi umat,” jelas dia.

Bersama ini, Suaidy menambahkan, MUI ingin berkiprah membantu ekonomi umat. Di sisi lain, MUI berharap keadaan di dunia juga agar cepat pulih dari situasi pandemi Covid-19. (dew)

Pengurus LDII Kota Jayapura Dikukuhkan, Ini Pesan Ketua DPW LDII Papua

Ketua DPW LDII Provinsi Papua, H. Sugiyono, S.E., M.Si

Jayapura,ldiijayapura.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua, H. Sugiyono, S.E., M.Si mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Jayapura masa bakti 2021 – 2026 bertempat di Kantor Sekretariat, Jayapura pada Jumat (02/04/21).

Acara tersebut berlangsung dengan hidmat dan diikuti seluruh kepengurusan baik dari jajaran dewan penasihat, pengurus harian, dan pengurus bagian serta disaksikan oleh pengurus harian DPW LDII Provinsi Papua.

Dalam sambutanya Sugiyono mengajak kepada pengurus yang baru saja dikukuhkan supaya merancang dan meneruskan program kerja yang mendukung visi misi dari Walikota Jayapura aga tercipta sebuah sinergitas dan meningkatkan kontribusi LDII di lingkungan masyarakat, bangsa, dan negara.

Pengukuhan pengurus DPD LDII Kota Jayapura masa bakti 2021 – 2026 oleh ketua DPW LDII Provinsi Papua, H. SUgiyono, S.E., M.Si

Sugiyono menambahkan, “sebagai pengurus LDII mari kita terus beramal saleh dalam kebaikan dan kemaslahatan umat untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional religius”.

“Mari kita sukseskan Musyawarah Nasional (Munas) IX LDII 2021 yang berlangsung dari tanggal 7-8 April 2021 melalui daring yang diikuti oleh pengurus DPW LDII Provinsi, DPD LDII Kota/Kab se-Indonesia, dan insyaallah akan dibuka oleh Presiden RI H. Joko Widodo,” tambah Sugiyono.

Sementara itu ketua terpilih DPD LDII Kota Jayapura, Syaifullah dalam sambutanya mengajak kepada jajaran kepengurusan yang baru supaya bersama-sama menjalankan amanah dan bakti untuk menjalankan program kerja dengan penuh ihlas mengharap ridha Allah SWT.

“Saat ini semuanya serba digital, apalagi dalam menyikapi dunia medsos harus secara positif, karena jejak digital itu tidak bisa terhapus, oleh karenanya supaya dapat memanfaatkan teknologi digital ini dengan bijak dan meninggalkan mudaratnya,” tambah Syaifullah.

Dalam pengukuhan kali ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan 3M serta disediakan handsanitizer, termogun dan pencuci tangan sebagai wujud dukungan LDII untuk memutus mata rantai penyebaran corona virus-19. (dew/Lines)